√ Pengguna Terdaftar LinkAja Naik 23 Persen Selama Pandemi - uangdunia
Dibayar jadi penulis konten?Klik disini
Selamat datang di situs kami Uangdunia.com, kami senantiasa memberikan informasi seputar ekonomi dan finansial terbaru dan terpercaya. Informasi dan berita yang kami tampilkan sesuai kejadian menurut fakta yang terjadi serta data faliditas yang telah teruji oleh tim redaksi Uangdunia.com.

Pengguna Terdaftar LinkAja Naik 23 Persen Selama Pandemi

Uangdunia.com
- Aplikasi pembayaran dan dompet digital LinkAja besutan PT Fintek Karya Nusantara mencatatkan pertumbuhan transaksi di beberapa lini bisnisnya, kendati sempat terpengaruh pandemi Covid-19.

Haryati Lawidjaja selaku direktur utama menjelaskan secara Umum, situasi pandemi mendorong masyarakat memilih bertransaksi secara digital melalui beragam fintech payment, didasari kebutuhan untuk tetap aktif dalam beraktivitas melalui cara yang lebih mudah, aman, dan nyaman.

"Tidak terkecuali dalam bertransaksi. Melalui transaksi digital, masyarakat dapat memenuhi beragam kebutuhan mereka seperti yang ditawarkan oleh LinkAja yang menyediakan beragam solusi layanan keuangan digital yang holistik," ujarnya.

LinkAja mencatatkan kenaikan dari 47 juta registered user pada April 2020, kemudian menanjak hingga lebih dari 58 juta registered user pada akhir Oktober 2020 atau terdapat pertumbuhan pengguna terdaftar LinkAja sebesar 23 persen.

"Mengenai transaksi, pada awal masa pandemi kemarin, yang memang terkena impact secara langsung adalah yang berhubungan dengan transportasi dan merchant offline. Sementara itu, kebutuhan dasar lainnya seperti pembelian pulsa, token listrik, pembayaran tagihan, sejauh ini tetap stabil, karena tentunya ini kebutuhan dasar yang tetap akan dilakukan masyarakat pada masa sekarang," tambahnya.

Seiring dengan mulai kembalinya aktivitas masyarakat selama PSBB Transisi, LinkAja mencatat beberapa tipe transaksi nontunai tumbuh cukup kuat. Terutama di area pembayaran transportasi, pembayaran transaksi SPBU, top up uang elektronik, juga pembayaran merchant offline.

"Pertumbuhan gross transaction value [GTV] dari April ke Oktober atau pada periode PSBB transisi, transaksi transportasi tumbuh 377 persen, SPBU tumbuh 408 persen, offline merchant tumbuh 66 persen, sementara top up Kartu Uang Elektronik [KUE] 20 persen," jelasnya.

LinkAja mencatat jumlah merchant online delivery order, terutama yang bersifat groceries atau belanja rumah tangga, terdapat kenaikan transaksi sebesar 32 persen pada periode April – Oktober 2020. Di mana hal ini juga merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang berperan besar dalam proses revitalisasi dan digitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia, untuk menyediakan solusi pembayaran pembelanjaan secara online di 22 wilayah di Indonesia.

"Bekerja sama dengan pemegang saham, kami yang memiliki fokus juga pada layanan usaha mikro, dan Kementerian terkait seperti Kominfo, maupun Kementerian Koperasi dan UMKM, kami melakukan pendampingan di lebih dari 600 pasar di 34 provinsi untuk on boarding penerimaan transaksi QRIS," ujarnya.

Di masa pandemi ini, LinkAja menekankan komitmennya membantu masyarakat untuk bisa melakukan berbagai hal lebih mudah via pembayaran elektronik, atau supaya tetap aman lewat pembayaran non-tunai.

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan tata bahasa yang baik agar orang lain tahu sebijak apa karakter anda melalui kata kata.
2. Silahkan tulis komentar anda untuk hal apapun yang masih berhubungan dengan post pada halaman ini.
3. Mohon untuk tidak menyertakan Link Aktif pada kolom komentar.
4. Mohon maaf apabila tidak sempat membalas komentar 1 per 1.
5. Komentar selalu di moderasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Lihat Dokumen

Dokumen tidak tersedia