√ Data Pengguna Cermati Bocor dan Dijual di DarkWeb - uangdunia

Conect to Uangdunia

Data Pengguna Cermati Bocor dan Dijual di DarkWeb

Uangdunia.com
- Sekitar 2,9 juta data pribadi pengguna platform Finansial Technologi (fintech)  asal Indonesia, Cermati, dikabarkan diretas hacker dan dijual bebas di internet. Data pribadi pengguna Cermati dijual bebas memalui sebuah forum hacker bersama 34juta data dari 17 perusahaan lainnya.

Cermati adalah salah satu perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi keuangan. Perusahaan ini menyediakan berbagai macam informasi untuk membantu masyarakat Indonesia menemukan produk keuangan terbaik. Cermati juga menyediakan akses data ke ribuan produk keuangan secara gratis untuk memudahkan masyarakat Indonesia membuat keputusan finansial yang cermat.

Menurut pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto dalam cuitan twitternya mengatakan bahwa dari 2,9 juta data pribadi pengguna yang bocor itu mencakup Nama lengkap, NIK, NPWP, alamat, nomor telfon, email, rekening dan nama ibu kandung hingga pekerjaan. Teguh mengatakan data-data pengguna cermati dijual di internet seharga 2200 dolar AS atau setara dengan 32 juta rupiah.

Kasus kebobolan data ini sendiri diakui oleh pihak Cermati melalui Email blast kepada para penggunanya yang dikirimkan pada tanggal 31 oktober lalu. Dalam email tersebut, pihak Cermati mengakui bahwa ada pihak yang ingin menyusup kedalam sistem Cermati secara ilegal. Meski demikian, pihak Cermati tidak menyebutkan secara gamblang apakah data penggunanya ada yang berhasil dibobol atau tidak, begitu juga data pengguna bocor sejumlah 2,9 juta yang disebutkan dalam laporan diatas.

Cermati telah melakukan penganganan dengan menggandeng badan Cyber dan sandi negara (BSSN). Sedangkan untuk menginvestigasi kasus ini, pihak Cermati juga bekerjasama dengan ahli keamanan eksternal independen dengan tujuan meningkatkan sistem keamanan platform Cermati secara menyeluruh sehingga kedepannya kasus ini tidak terulang kembali.

"Kami mendeteksi adanya akses tidak sah kedalam platform kami yang mengandung data dari sebagian pengguna Cermati. Hal ini menjadi perhatian yang sangat serius bagi kami dan kami telah mengambil langkah-langkah penanganan untuk meningkatkan sistem keamanan kami"ujar pihak cermati.

Untuk menghindari hal-hal yang tak di inginkan, jika Anda adalah salah satu pengguna Cermati ada baiknya mengubah password lama dengan password yang baru. Pengguna juga disarankan untuk mengaktifkan fitur two-factor authentication untuk melindungi akun dari beragam serangan hacker.

Posting Komentar

Berikan komentar dengan bahasa yang sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Notifikasi Anda

Dapatkan secara gratis 3 lot saham bluechip, reksa dana, dan masih banyak lagi. Baru!!!

Dapatkan