√ BNI Syariah Jangkau 8.607 Penerima Bantuan UMKM - uangdunia
Dibayar jadi penulis konten?Klik disini
Selamat datang di situs kami Uangdunia.com, kami senantiasa memberikan informasi seputar ekonomi dan finansial terbaru dan terpercaya. Informasi dan berita yang kami tampilkan sesuai kejadian menurut fakta yang terjadi serta data faliditas yang telah teruji oleh tim redaksi Uangdunia.com.

BNI Syariah Jangkau 8.607 Penerima Bantuan UMKM

Uangdunia.com
- Pemerintah Indonesia memberlakukan pemberian bantuan usaha mikro agar pelaku bisnis mikro dapat bertahan dan bangkit di tengah pandemi Covid-19. Bantuan tersebut berupa dana hibah senilai Rp2,4 juta setiap penerima (bukan merupakan pinjaman atau kredit). Pemerintah telah menunjuk tiga bank penyalur dalam program ini yakni Bank BRI, BNI, dan BNI Syariah.

Bambang Sutrisno selaku Corporate Secretary PT Bank BNI Syariah menyampaikan perseroan telah menyalurkan Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) kepada pelaku usaha mikro yang berhak menerima bantuan. Sampai saat ini, BNI Syariah telah menyalurkan Banpres Produktif untuk Usaha Mikro sebesar Rp2,4 juta kepada 8.607 penerima bantuan.

Perseroan itu telah menyalurkan Banpres Produktif senilai total Rp20,66 miliar. Adapun, penyaluran bantuan dipusatkan pada BNI Syariah Kantor Cabang Fatmawati Jakarta Selatan.

"Saat ini 8.607 penerima bantuan dengan total bantuan Rp20,66 miliar. Untuk penyaluran disentralisir di Cabang Fatmawati Jakarta Selatan," kata Bambang, Rabu (11/11/2020).

Saat ini proses pendaftaran Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) masih dibuka. Pendaftaran BPUM dapat dilakukan kepada lembaga pengusul sampai akhir November 2020. Apa saja persyaratannya? Syaratnya antara lain:
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK)
3. Memiliki usaha mikro
4. Bukan ASN, TNI/POLRI, serta pegawai BUMN/BUMD
5. Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR.
6. Bagi pelaku usaha mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha yang berbeda, dapat diusulkan oleh lembaga pengusul tempat domisili usaha.

Selanjutnya, pelaku bisnis mikro melakukan pendaftaran kepada lembaga pengusul antara lain:
1. Dinas yang membidangi koperasi dan UKM Kab/Kota
2. Koperasi yang telah disahkan sebagai badan hukum
3. Kementerian atau lembaga
4. Perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK dan BLU yang mempunyai tugas melaksanakan dana bergulir kepada koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah.

Pelaku bisnis mikro harus melengkapi data usulan kepada lembaga pengusul, antara lain:
1. Nomor Induk Kependudukan (NIK)
2. Nama lengkap
3. Alamat tempat tinggal sesuai KTP
4. Bidang usaha
5. Nomor telepon

Penerima bantuan akan diinformasikan melalui pesan singkat oleh bank penyalur. Setelah menerima SMS, calon penerima segera melakukan verifikasi ke bank penyalur yang sudah ditentukan agar dana tersebut dapat segera dicairkan.

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan tata bahasa yang baik agar orang lain tahu sebijak apa karakter anda melalui kata kata.
2. Silahkan tulis komentar anda untuk hal apapun yang masih berhubungan dengan post pada halaman ini.
3. Mohon untuk tidak menyertakan Link Aktif pada kolom komentar.
4. Mohon maaf apabila tidak sempat membalas komentar 1 per 1.
5. Komentar selalu di moderasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Lihat Dokumen

Dokumen tidak tersedia